Vrydag, 21 Maart 2014

Benciku terhadap suamiku

Tuhan...
setelah bertahun2 indahnya kami menikmati cinta dariMu kini kandas sudah setelah perkawinan mulai kami jalani berdua... banyak hal yang memang sangat berbeda diantara kami yang selalu menjadi masalah...
kadang hati selalu menjerit kesakitan... tak ada kata lain selain pasrah denganmu ya rabb...
ya allah... suami macam apa dia.. aku tak pernah dihargai sedikitpun olehya. aq selalu diperbudak diperdaya dengan tingkah kelakuannya. saat aq bersujud dan bersimpuh di setiap ibadahku doaku tak luput supaya dia selalu berubah. selalu ingat tentang Engkau... tapi memang setan telah mengubahnya menjadi sosok yag jahat dan tak tau diri..

untuk kamu suamiku..,,
terkadang hati tak sampai berbicara denganmu, tapi batin menangis karena ulahmu... kamu itu pasanganku bukan musuhku., tapi setiap kataku tak perna kau renungkan... aq benci kamu yg sekarang aku suka kamu yang dulu.... kenapa kamu sebeda ini UL,,, sedikit demi sedikit mulai runtuh tetesa keringat juga air mataku hanya karena kamu... kalau memang kamu sudah ingin sendiri tolong ucapkan saja TALAQ didepanku daripada sakit hatiku separah ini... dan sekalian kau buang kenangan kita jika kamu minta aku HARUS bersikap RENDAH dimatamu juga dihadapanmu...

untuk anaku KEYA
maafkanlah orang tuamu jika seburuk ni nasibnya nak.... tapi kamu satu2nya harta terindah mamah...
kalaupun harus merasa sedih melihat kesengsaraan yang harus mamah hadapi demi lancarnya ASImu nak... kita ini satu batin satu nafas satu jiwa. tapi kesedihan memang selalu menggelut di hati mamah nak,, tapi di depanmu selalu tersenyum melihat senyum dan juga tumbuh dewasanya kamu... tetap disamping mamah nak. sayang kamu selalu... muach muach muach

Woensdag, 27 Maart 2013

pusing melihat apa yang telah ada sekilasan


Terbentang langit membiru dan awan yang memutih kala kutengadahkan wajah memandang atasku.  Lucu hati ini menertawakan tingkah awan putih yang berarak membentuk banyak hal. Kadangkala aku melihat bentuk hati pada gambar awan itu, sesaat angin menyapunya berganti pula dengan gambar wajahmu. Aku melihat juga tulisan namamu dirangkai dengan ajaib lewat gerombolan putih awan. Sungguh menawan. Lalu mulai kututup kelopak mataku sekejap setelah memandang lukisan mahakarya-Nya. Masih tertinggal wajahmu, masih tertera namamu dalam pejamku. Kemudian aku memejamkan mataku erat-erat, dan dirimu semakin jelas terlihat.

Tanpa tersadar bibirku senyum mengembang, ada rona bahagia terkenang. Padahal baru tadi pagi kumemandang dirimu di gambar tak bergerak itu, dan sekarang aku masih ingin terus memandangnya. Padahal baru tadi pagi aku mendengar suaramu, namun aku masih ingin terus mendengarkannya.

Jika aku adalah langit biru itu, maka kamulah awan putihnya. Yang mengindahkanku selalu dengan sucinya dirimu. Yang menenggelamkanku pada seni rupa cinta demi memandang kita bersama. Ketika awan memutih, langit akan membiru. Ketika awan menghitam, langit pun ikut memekat kelam. Seperti halnya diriku tentangmu. Ketika kau bahagia dengan indahmu, maka aku bahagia dengan indahmu. Ketika kau berduka atas hatimu, maka remuk juga hatiku karena dukamu. Kita bukan lagi dua, melainkan satu.

Aku tak percaya cinta itu buta, namun kecintaaku padamu benar-benar membuatku buta akan lelaki lain. Karena dalam setiap kupejamkan mataku, memang jelas hanya dirimu yang tergambar. Dan setiap kubuka mataku, dunia ini penuh dengan dirimu juga keindahanmu. Jika matahari mulai terbenam di ufuk barat, maka aku memperhatikan dengan lekat. Lantaran disana gambarmu terlihat; Tersenyum padaku mengucapkan selamat malam untuk cintaku. Jika malam mulai meninggi, maka aku keluar dan memandangi bintang gemintang, sebab bintang gemintang itu benar nyata membentuk nama kita berdua, benar-benar memukau.

Jika benar cintaku tengah kau balas, maka segala kerinduanku padamu bukan lagi angan tentang bagaimana menyentuhmu. Jika rasamu kian senada dengan rasaku, maka suara sumbangku akan tertutupi dengan merdu suaramu. Jika belahan jiwa yang kau maksudkan padaku benar adanya adalah aku, maka tak lagi kurisaukan sakit perih atau bahagia membahana yang menghampiri kita. Perbedaan yang ada diantara kita, semoga menjadi hal yang membuat warna dalam perjalanan panjang lusa.

Aku mengerti, hari esok adalah misteri. Tiada yang tahu apa yang akan melanda kita. Bukan kamu, bukan aku, bukan juga kita. Namun kebersamaan kita semoga mengusir prsangka buruk yang melelehkan keraguan. Yakin satu hal, jika memang aku dicipta untukmu dan kamu dicipta untukku maka tidak peduli seberapa tipis benang yang mengikat kita saat ini. karena jikalaupun berpisah, kita seperti magnet; aku kutub utara dan kamu kutub selatan.

Terimakasih, atas kesediaanmu membuka hati untukku. Atas kesediaanmu menyambut tanganku yang berusaha kuat menopang cinta kita. Atas waktumu yang kau sisakan untuk mengakhirinya bersamaku. Jika orang-orang bilang tiada yang abadi di dunia ini, aku bisa memakluminya. Aku juga tahu akan hal itu. Jika memang cinta kita tidak abadi di dunia ini, bukankah masih ada ruang lagi setelah dunia yang kita pijak saat ini? disana kelak, kita akan melanjutkan kehidupan yang lebih kekal. Mari memohon kepada Tuhan untuk kebersamaan cinta kita dalam ridho-Nya.